header image

Which one you have to choose? Being a complainer or be grateful?

Posted by: Astrajingga Ngumbara | December 12, 2008 |

Terkadang atau bahkan mungkin luput dari perhatian kita, padahal itu adalah kebiasaan kita sehari hari. Dan sayangnya pilihan pertama yang sering kita lakukan daripada yang kedua, seringkali kita mengeluh setiap harinya, apakah itu tentang pekerjaan, keuangan, pasangan, bahkan orang sekitar.(semoga tulisan ini bukan merupakan keluhan tapi lebih ke renungan .. aamiin..)

Dan yang lebih mengerikan tidak sedikit kita berlomba untuk memamerkan keluhan kita kepada orang lain apalagi pada saat season ngerumpi seolah-olah keluhan kita itu merupakan suatu prestasi yang sangat patut untuk dibanggakan.. Masyaalloh…

Ilustrasi:

A: “kerjaan doang ditambah-tambahin pangkat ga naek naek”

B: “tp gaji naik kan… mending daripada gw dah dua taun gaji ga naik naik”

Padahal semakin kita mengeluh, maka akan semakin sering pula kita mengalami hal yang kita keluhkan, ingat tentang mind power? atau istilah “setiap untai kata adalah do’a”?

Orang yang selalu mengeluh tidak pernah puas akan apa yang telah diraihnya, berpikiran negative terhadap orang lain, iri, dengki, berprasangka, cemburu, curiga. Akibat dari sikap yang seperti itu hidupnya tidak tenang, tidak ada rasa aman, dan tidak pernah merasa nyaman. Sehingga orang seperti ini seringkali mengalami stress, depresi dan frustasi.

Point yang menjadi perhatian adalah,

Mengapa kita mengeluh?

Kita mengeluh karena kita kecewa akan realita yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan dan cita-citakan.

Bagaimana cara mengatasinya?

Caranya gampang saja tapi terkadang kita sendiri yang membuatnya susah, kita hanya perlu Bersyukur… ya bersyukur…

Ya memang terkadang kita lupa untuk bersyukur, bahkan walaupun hanya dalam ucapan, kata Alhamdulillah pun seringkali luput dikala kita mendapat suatu kenikmatan, padahal beribu kenikmatan yang Allah berikan tiap harinya tidak akan bisa kita hitung.

Berawal dari berpikirlah positif/positive thinking, bahwa sesungguhnya banyak hal yang bisa kita syukuri dibalik hal yang kita keluhkan, dan yakin kan bahwa itu pasti ada, coba lihat dari sudut pandang lain pasti pikiran kita lebih terbuka bahwa memang ada yang patut kita syukuri dibalik semua ini. Allah tidak akan mencelakakan mahluk-Nya kecuali dia yang mencelakakan dirinya sendiri.

Bersyukurlah lebih banyak lagi senantiasa kemudahan akan menyertai kita, karena kita dapat lebih melihat yang selama ini luput dari pandangan karena kita terlalu sibuk mengeluh. Orang yang selalu bersyukur hidupnya akan damai karena selalu berlapang dada, sehat dan cerah akan tercermin di wajah karena selalu tersenyum, tidak terlihat marah, khawatir ataupun takut karena dia selalu yakin Bahwa semua yang telah terjadi itu adalah atas izin dan kehendak-Nya, dan semua kehendak-Nya adalah untuk kebaikan kita.

Wallahu’alam bis shawaab

-Astrajingga-

under: Bahasa, renungan
Tags: , , ,

Responses -

katanya tidak ada doa yang tak terjawab…

semua doa dijawab, hanya terkadang jawabannya tak seperti yang kita mau..

dan tidak semua yang kita mau… adalah yang sebenar2nya kita butuhkan..

kata akang bono, you dont need..what you dont have..

teori… gampang =)
praktek na… rada hese ningan euy >.

betul…
*#1
seperti yg ditulis diatas, kenapa mengeluh, karena kecewa tidak seperti yang di mau.
kalau masih merasa susah kejenjan bersyukur, bagaimana kalu dari step awal dulu. menerima… secara harfiah saja arti Islam itu berserah, menerima yang sudah terjadi.

*praktek susah daripada teori
dengan menyadari praktek susah daripada teori, seharusnya kita lebih berusaha untuk membiasakan diri.
bukan malah jadi tersugest susah.
seringnya malah kita belum apa apa sudah tersugest judge “teori gampang prakteh susah”

jadih weh hayuh nanaon teh hararese. :)

merdekaaaaaaaaaaaaaaa :ngacir:

Leave a response -

Your response:

Categories